Bicara soal fotografi konseptual, mungkin lebih tepatnya bicara soal eksplorasi ide dan pengalaman. Suasana dalam fotografi konseptual bisa saja personal, puitis, gelap, atau bahkan ceria. Fotografi konseptual juga tidak hanya sekedar bagus, tetapi berkesan.  7 Tips Fotografi Konseptual yang Matang dan Estetis

Untuk memotret fotografi konseptual, dibutuhkan langkah yang matang. Kali ini, Studio Pelangi Semarang membahas tips fotografi konseptual yang dirangkum dari berbagai sumber. Inilah pembahasannya. 

Kembangkan konsep

Konsep dalam fotografi konseptual sangat penting. Karena itu, Sahabat Studio Pelangi perlu menggambarkan suatu ide dengan konsep foto.

Tips fotografi konseptual dengan konsep dapat dilakukan lewat pikirkan apa yang ingin disampaikan. Apakah Sahabat Studio Pelangi ingin mengangkat sebuah isu atau peristiwa yang pernah dialami? Atau ingin mengekspresikan opini dan pandangan? 

Sahabat Studio Pelangi bisa mengambil isu atau peristiwa yang sedang tren dan hangat. Dengan konsep foto yang matang, maka pesan yang ingin disampaikan dapat dieksekusi lewat pemotretan. 

Temukan emosi

Agar fotografi konseptual mencolok, emosional, dan provokatif, maka temukan dulu emosi Sahabat Studio Pelangi. Tidak perlu yang rumit, emosi manusia pada umumnya seperti kebahagiaan, kesedihan, putus asa, kemarahan, bisa diangkat dalam pesan fotografi konseptual. 

Untuk mewujudkannya, tips fotografi konseptual ini bisa diatur lewat teknis. Misalnya untuk menampilkan kesedihan dan depresi, mainkan cahaya dan bayangan. Untuk menampilkan kebahagiaan, gunakan warna-warna cerah dan cahaya terang. 

Gunakan simbol dan alat bantu

Simbol dan alat bantu mendukung eksekusi pemotretan fotografi konseptual. Simbol dan alat bantu ini akan mewakili inspirasi yang Sahabat Studio Pelangi pikirkan. 

Sebagai tips fotografi konseptualnya, Sahabat Studio Pelangi perlu memikirkan apa simbol dan alat bantu yang cocok, sehingga karya tetap orisinal dan tidak klise. 

Mainkan komposisi

Di genre fotografi mana pun, komposisi tetap menjuarai. Sentuhan gaya dari fotografer juga ditentukan dari komposisi lho, Sahabat Studio Pelangi. Termasuk untuk fotografi konseptual ini. 

Untuk menerapkan tips fotografi konseptual ini, sesuaikan dengan tema yang Sahabat Studio Pelangi angkat. Lalu, eksplorasi komposisi yang cocok untuk digunakan di pemotretan. 

Misalnya, komposisi rule of third, dead center, less element, geometri, ruang negatif (negative space), kerumunan penuh, dan sebagainya. 

Kuasai teknis

Beruntungnya, fotografer pemula dapat mudah mempelajari fotografi konseptual. Hal ini didukung dengan keterampilan teknis dalam memotret. Misalnya ISO, kontrol, pencahayaan, dan mungkin sedikit manipulasi di Photoshop. 

Tetapi, tidak hanya itu saja lho, Sahabat Studio Pelangi. Pemotretan harus dilakukan dengan teliti agar menghasilkan foto yang tajam, jernih, dan tidak shaky atau terguncang. 

Sahabat Studio Pelangi juga harus menguasai bukaan (f-stop) dan fokus manual. Ditambah lagi dengan menguasai penggunaan lampu sorot (flash) tambahan yang akan menghasilkan bayangan (shadow) dan sorotan (highlight). 

Penguasaan teknik pencahayaan alami juga wajib dipahami betul. Apalagi untuk menghasilkan foto yang memiliki suasana dan mempengaruhi emosi audiens. 

Tetaplah estetis

Estetis dan artsy sebenarnya adalah kunci dari setiap genre fotografi. Termasuk pula fotografi konseptual. 

Untuk menerapkan tips fotografi konseptual secara estetis, barengi dengan konsep yang matang. Sehingga eksekusi pemotretan lebih stabil dan hasil foto akan menarik perhatian audiens. 

Ikutilah cahaya

Seperti yang sudah dibahas di poin sebelumnya, penguasaan cahaya cukup berperan dalam pemotretan fotografi konseptual. 

Sahabat Studio Pelangi dapat mengeksplorasi segala jenis pencahayaan, tanpa harus membeli perlengkapan pencahayaan yang mahal. 

Tips fotografi konseptual ini akan memacu kreativitas Sahabat Studio Pelangi jika Anda peka terhadap sekitar. Alat bantu pencahayaan yang ada di rumah sangat bisa dimaksimalkan. Misalnya korek api, senter, lampu belajar, lampu rumah, dan sebagainya. 

Perhatikan arah datangnya cahaya. Baik itu dari sisi atas, samping, dan bawah. Arah pencahayaan akan mempengaruhi sorotan (higlight) dan bayangan (shadow) dalam gambar. 

Selain itu, arah pencahayaan juga mempengaruhi emosi dalam foto. Karena itu, selalu ikuti cahaya ya! 

Itulah pembahasan 7 tips fotografi konseptual. Studio Pelangi Semarang berpengalaman dalam jasa fotografi wedding, pre-wedding, produk, fesyen, dan dokumentasi acara. 

Yuk diskusikan konsep pemotretan fotografi konseptual! Kunjungi studiopelangi.id ya!


0 Komentar

Tinggalkan Balasan