Tak bisa dipungkiri, editing video saat ini sedang banyak dibutuhkan di berbagai bidang industri sehingga bisa jadi sumber pendapatan tambahan. Namun sayangnya, tidak semua orang tahu cara menyunting video agar hasilnya jadi lebih baik dan menarik. Apalagi, mengedit video memang butuh pengetahuan dasar tentang video dan software yang tepat.

Cara dan Tips Editing Video

Tips editing video yang mudah untuk pemula

Meski membutuhkan pembelajaran lebih lanjut, sebenarnya Anda tidak sulit kok untuk mengedit video. Bahkan, jika Anda seorang editor pemula sekalipun, asalkan tahu cara editing video yang mudah, maka hasil suntingan pun akan terlihat memuaskan. Berikut ini beberapa tips editing video yang mudah untuk pemula berikut ini.

  1. Tentukan software yang cocok

Ada banyak software editing video yang cukup dikenal, tapi belum tentu semua aplikasi ini cocok dengan karakter penggunanya. Oleh sebab itu, Anda wajib meluangkan waktu untuk sekadar mencoba beberapa software editing. Alangkah baiknya jika Anda memilih software-software yang sudah terkenal agar semakin mudah dalam mencari referensi.

  1. Mempersiapkan sumber video yang baik

Prinsip garbage in, garbage out ternyata berlaku juga dalam dunia editing video. Secara garis besar, sumber video yang baik bakal menghasilkan editing yang baik pula. Sementara sumber video yang buruk akan tetap buruk meskipun diedit sedemikian rupa. Oleh sebab itu, Anda harus mampu merekam video dengan kualitas yang baik.

Pastikan saja resolusi video yang diambil minimal HD dengan frame rate lebih dari 30 fps agar tampak tajam dan halus ketika ditonton. Pasalnya, resolusi video yang terlalu kecil justru menghasilkan video dengan tampilan kotak-kotak meski telah diedit sebagus mungkin.

  1. Gunakan efek khusus seperlunya

Umumnya, efek khusus dalam dunia editing video berperan untuk menekankan suatu adegan. Sebab, terlalu banyak efek justru membuat video tampak riuh dan memusingkan. Tak sedikit pemula yang biasanya terjebak oleh banyak efek keren yang tersedia dalam software editing video sehingga ingin menerapkan semuanya. Alih-alih makin menarik, tapi video tersebut akan tampak kacau dan tidak menarik.

  1. Tambahkan musik latar yang sesuai

Apapun jenis videonya, pasti akan terasa sepi dan dingin tanpa adanya musik latar atau background. Meski demikian, Anda tetap harus hati-hati agar musik tidak terdengar terlalu gaduh dan menutupi suara atau vokal obyek video. Sebaiknya, pilih musik yang sesuai dengan situasi yang sedang ditampilkan dalam video. Anda boleh mengisi lagu bervokal ketika video tidak mengandung dialog.

  1. Gunakan fitur normalize

Satu poin penting yang sering dilupakan oleh para editor pemula adalah menormalisasi volume audio. Hal ini mengakibatkan adanya perbedaan besar kecil volume suara setelah semua potongan video tersebut digabungkan. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda sebaiknya gunakan fitur normalize audio agar volume suara tiap potongan video relatif sama secara otomatis.

Tahapan editing video yang perlu diketahui setiap editor

Biasanya proses editing diawali dengan melakukan logging, kemudian digitizing, selection shot, rough cut atau offline editing, assembly, fine cut atau online editing dan yang terakhir adalah trimming.

  1. Screening rushes

Setelah menerima hasil shooting, para editor biasanya melakukan preview terlebih dulu untuk melihat gambar yang nantinya akan digunakan. Dengan begitu, tercipta bayangan seperti apa video tersebut akan dibuat.

Ketika screening rushes, perlakuan sebelumnya dalam menyunting suatu video mengalami perubahan total. Meski terjadi perubahan dalam perlakuan tersebut, tema dari program bakal tetap dipertahankan.

  1. Breakdown shot

Pada tahapan ini, Anda harus melakukan logging materi dengan cara mencatat time code in/out tiap shot dari semua materi yang disiapkan. Berdasarkan data logging tersebut, Anda akan semakin mudah mencari shot yang akan digunakan dan juga untuk mempermudah melakukan capture materi tersebut.

  1. Selection of Shot

Setelah melakukan logging semua materi, maka tahapan selanjutnya adalah memilih shot yang sesuai dengan treatment yang baru. Kemudian, capture semua hasil yang telah diseleksi ke dalam komputer. Tahapan ini disebut juga dengan digitizing.

  1. Assembly

Tahapan berikutnya adalah assembly yang berupa penyusunan shot sesuai treatment dan naskah video tersebut.

  1. Rough cut

Bisa dikatakan, rough cut merupakan proses pemotongan gambar yang masih kasar dan belum ada optical effect apapun di dalamnya. Dari tahap screening rushes hingga rough cut disebut sebagai proses editing offline.

  1. Fine cut

Pada tahapan ini dilakukan proses memperhalus shot yang masih kasar dengan memotong atau menambah beberapa frame dari tiap shot yang ada. Ditambah juga dengan memasukkan narasi yang sebelumnya sudah direkam.

  1. Trimming

Trimming merupakan proses memperhalus hasil dari fine cut agar terjadi kesatuan yang utuh dan proporsional. Pada tahapan ini juga bisa dilakukan penambahan optical effect jika memang diperlukan.

  1. Final cut

Pada tahapan ini, seorang editor akan menambahkan title dan juga credit title. Dilakukan juga penambahan ilustrasi musik, audio effect, dan synchronizing audio. Setelah tahapan yang juga dikenal dengan mixing ini usai, maka struktur dan durasi suatu video pun tampak lebih jelas.

Tips editing video ala profesional

Dalam rangkaian proses produksi suatu video, editing adalah tahapan akhir yang terbilang sangat krusial dan penting. Kecepatan, ketelitian, dan gaya editing seorang editor tentu memengaruhi hasil akhir dari video yang dibuatnya. Proses editing juga merupakan proses akhir yang memakan waktu cukup lama dalam video production.

Menjadi seorang konten kreator tentu saja tidak bisa lepas dari kegiatan editing video yang sudah jadi rutinitas sehari-hari. Apalagi jika kreator tersebut baru menekuni dunia editing sehingga tak jarang muncul banyak pertanyaan dan beragam kesulitan dalam tiap prosesnya.

Bagi Anda yang mungkin saat ini sedang bingung dalam menghadapi dunia editing video, berikut ini ada beberapa tips yang bisa coba Anda terapkan.

  1. Merapikan keseluruhan materi proyek

Saat mengedit suatu video, data-data gambar yang telah terkumpul biasanya dipindahkan begitu saja tanpa menggunakan proses pemilihan dan penggolongan kategori gambar. Padahal, tindakan seperti ini justru membuat suatu proyek video memiliki sumber data mentah di berbagai tempat yang akan membuat Anda kebingungan.

Untuk mengatasinya, sebaiknya Anda membiasakan diri untuk membuat suatu folder pusat ketika akan melakukan proses editing. Sebaiknya, simpan data-data tersebut berdasarkan kategorinya, seperti video, foto, musik, sound effect, grafis, dan lainnya. Hal ini akan membantu Anda lebih terorganisir dan menghemat waktu dalam akses pencarian data.

  1. Menggunakan custom keyboard shortcut

Kemampuan mengedit dengan cepat dan fleksibel adalah salah satu faktor utama yang diperlukan dari seorang editor. Terkadang, kecepatan mengedit akan terhambat karena terkendala jauhnya tombol shortcut yang ada pada software editing video yang digunakan.

Ada beberapa software editing yang memiliki fitur custom keyboard shortcut di mana Anda hanya bisa mengatur shortcut keyboard sesuai keinginan. Salah satu software yang mendukung fitur ini adalah Adobe Premiere Pro. Bahkan, ada satu trik shortcut yang memungkinkan proses shortcut editing dilakukan cukup dengan tangan kiri saja.

  1. Variasi shot

Tak bisa dipungkiri, kepuasan visual jadi hal utama dalam suatu video. Sebisa mungkin, proses pengambilan gambar dalam suatu video harus selalu menarik dalam setiap pergantian gambarnya.

Anda bisa mencoba menggunakan berbagai angle dalam sebuah adegan gambar. Selain itu, Anda pun bisa menggunakan beragam trik editing yang bisa membuat suatu gambar jadi lebih menarik, seperti efek transisi yang unik, zoom, ataupun grafis yang ditambahkan video tersebut.

Teknik pemotongan video pun harus diperhatikan dengan baik. Jangan sampai, gambar yang disajikan muncul terlalu cepat ataupun terlalu lambat dalam suatu adegan.

  1. Maksimalkan teknik color grading

Siapa sangka, teknik mengatur warna atau color grading dalam suatu gambar bisa jadi poin yang membedakan mood dalam suatu video. Dengan pengaturan warna seperti ini, rangkaian adegan pun bakal terkesan lebih ceria, sedih, ataupun menegangkan.

Untuk melatih hal ini, Anda bisa mencontoh berbagai film ataupun video yang bisa ditemukan di YouTube. Ada banyak teknik grading warna, mulai dari grading manual, preset yang telah tersedia, hingga lumetri.

  1. Memilih format output dengan seksama

Langkah terakhir yang perlu dilakukan dalam suatu proses editing video adalah membuat rangkaian editing jadi satu file yang utuh. Anda harus mengetahui lebih dulu video yang dibuat akan dipergunakan untuk apa. Apakah untuk keperluan video Instagram? Apakah untuk diunggah melalui platform YouTube? Atau sekadar dipertontonkan dalam suatu acara offline?

Setiap keperluan pasti memiliki spesifikasi output yang berbeda pula sehingga Anda harus memilih format yang tepat sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila video ini hendak diunggah di YouTube, maka sebaiknya atur format video tersebut dengan karakteristik yang bisa digunakan untuk YouTube. Mulai dari durasi, format file, hingga besaran resolusi dari video tersebut.

Berbeda halnya jika Anda berniat mengunggah suatu video ke Instagram. Sebab, Instagram hanya membatasi durasi video maksimal satu menit sehingga Anda harus memperhatikan hal-hal yang perlu diatur sesuai platform yang digunakan.

Tips menjadi editor video yang sukses di bidangnya

Sudah bukan rahasia umum lagi jika keterampilan seorang editor video adalah hal yang patut diasah dari waktu ke waktu. Selain menguasai beberapa hal teknis, menjadi seorang editor yang baik juga memerlukan daya kreativitas dan kepekaan terhadap bahasa virtual. Tak hanya itu saja, dibutuhkan juga keterampilan berkomunikasi yang mumpuni.

Seorang editor video pasti erat kaitannya dengan segala hal teknis, terutama dalam penggunaan software editing video. Nah, di dalam setiap proses menyunting video ternyata ada beberapa hal yang patut diperhatikan dengan baik. Di antaranya sebagai berikut.

  1. Keahlian membangun cerita

Cerita merupakan proses utama dalam kegiatan editing atau menyunting. Anda harus mampu membangun cerita ketika menggabungkan potongan-potongan gambar yang dimiliki. Jangan sekadar gambarnya bagus atau asal sambung saja. Sebab, segala keputusan dalam memilih gambar juga harus didasari oleh cerita yang akan dibangun.

  1. Jangan takut untuk membuang

Terkadang, seorang editor memiliki banyak sekali stok gambar yang membuatnya kebingungan dalam memilih. Bahkan, seringkali editor merasa sayang untuk membuang shot yang indah nan memesona. Namun, jika shot tersebut tidak mendukung cerita yang sedang dibangun, maka sebaiknya dibuang saja. Sebab, segala sesuatu yang indah juga belum tentu baik.

  1. Fokus pada tatapan mata

Banyak orang berpendapat, bahwa mata mampu berbicara. Apalagi, mata aktor dalam suatu video ataupun film. Perlu diketahui, mata aktor bisa memberikan informasi tertentu pada penonton. Tak sedikit penonton yang bisa dibuat penasaran, sedih, takut, atau bahkan bahagia ketika melihat tatapan mata dari aktor dalam film. Oleh sebab itu, coba perhatikan baik-baik mata aktor di dalam frame.

  1. Jangan ragu untuk menguasai bahasa visual

Proses editing video merupakan salah satu cara dalam dalam bercerita dengan bantuan bahasa visual. Bahasa yang dimaksud ini mendeskripsikan pesan yang merangkum persepsi dan juga pemahaman film maker melalui visualisasi yang terstruktur.

Oleh sebab itulah, pemahaman akan bahasa visual jadi hal paling krusial bagi seorang editor. Pemahaman bahasa visual ini juga bisa dimulai dengan menonton konten-konten YouTube yang menganalisa beberapa adegan dalam film.

  1. Memperbanyak referensi

Seorang video editor biasanya mendapatkan referensi dari berbagai macam sumber. Ada banyak film pemenang penghargaan, workshop, buku tentang film, atau video tutorial di internet yang semakin mudah diakses jika Anda ingin belajar lebih lanjut. Bahkan, lingkungan sekitar pun bisa jadi referensi untuk memperkaya keterampilan editing ini.

Meskipun Anda telah memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan, maka usahakan untuk tidak menutup diri pada sekitar. Sebab, ilmu baru bisa ditemui di mana saja, bahkan di tempat yang terduga sekalipun.

Selain hal-hal yang bersifat teknis, menjadi seorang editor video juga perlu keahlian yang bersifat non-teknis. Pengembangan keahlian seperti ini selalu diperlukan di berbagai bidang pekerjaan, salah satunya dengan menjadi editor video.

  1. Mengetahui jam kerja secara pasti

Tak sedikit orang yang menganggap bahwa menjadi seorang editor video selalu dikejar deadline dan bekerja hingga larut malam. Namun, Anda pun bisa jadi seorang editor yang memiliki jam kerja sehat.

Sebaiknya, buat jam kerja yang rutin. Misalnya, mulai dari jam 9 pagi hingga 6 sore adalah waktu untuk bekerja. Selebihnya, Anda bisa melakukan kegiatan lain. Apabila Anda disiplin, Anda bisa menerapkan jam kerja tersebut. Bahkan, pihak lain yang bekerja dengan Anda juga pasti mengerti.

  1. Menghargai target pribadi

Apabila Anda telah memiliki target-target jangka pendek dan jangka panjang, maka usahakan untuk mengambil proyek pasca-produksi yang bisa jadi jalan untuk mencapai target. Pahamilah, mengerjakan proyek yang serupa selama bertahun-tahun dapat memberikan Anda pengalaman.

Namun, waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan proyek yang sama terus-menerus justru berpotensi membuat Anda jenuh. Hal ini memang bukan suatu upaya mudah. Sebab, kesempatan untuk berkembang tak selalu datang di waktu yang berdekatan. Jika memungkinkan, sebaiknya Anda mengerjakan hal baru demi memperluas keterampilan dan portofolio.

  1. Melatih keterampilan komunikasi

Film adalah suatu karya kolektif yang melibatkan banyak orang dalam berbagai bidang. Sebagai seorang editor, keterampilan komunikasi juga tak kalah penting dengan keterampilan lain yang bersifat teknis.

Keterampilan semacam ini sangat berguna ketika Anda bertukar pikiran mengenai eksekusi kreatif yang akan dilaksanakan dengan divisi lain. percayalah, membiasakan diri bertukar ide dengan orang-orang di sekitar mampu melatih keahlian komunikasi dengan baik.

  1. Jangan malas untuk berlatih

Setelah Anda mempelajari pengetahuan dasar sebagai seorang editor, maka langkah selanjutnya adalah terus berlatih. Setiap hal yang telah Anda pelajari melalui workshop, buku, dan video tutorial tentu tidak akan berguna jika tidak dipraktikkan secara intensif.

Apabila Anda tidak sedang melakukan proyek film apapun, maka ambil saja beberapa stock footage dari proyek sebelumnya atau video lain yang Anda miliki. Gunakan video tersebut untuk sekadar mencoba teknik pengeditan yang mungkin belum pernah Anda aplikasikan sebelumnya.

Jangan pernah ragu dan takut untuk bertanya pada orang lain, saat Anda mengalami kesulitan. Tak sekadar mengasah keterampilan dalam mengedit video. Hal seperti ini juga bisa menambah koneksi dan melatih keterampilan berkomunikasi Anda dengan editor lainnya.

Demikian beberapa cara dan tips editing video yang mungkin sedang Anda butuhkan. Semoga bermanfaat.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan