Bulan Ramadhan identik dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti kajian islami, buka puasa bersama, santunan, hingga tabligh akbar. Dalam setiap kegiatan tersebut, sound system memegang peranan penting untuk memastikan pesan yang disampaikan dapat terdengar jelas oleh seluruh jamaah. Pengaturan sound system yang tepat bukan hanya soal keras atau tidaknya suara, tetapi tentang kejernihan, kenyamanan, dan kekhusyukan suasana acara.
Tanpa pengaturan yang baik, suara bisa terdengar pecah, bergema, atau bahkan menimbulkan feedback yang mengganggu jalannya acara. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan dan pengelolaan audio yang tepat agar acara Ramadhan berjalan lancar.
Menyesuaikan Kapasitas Sound System dengan Skala Acara
Langkah pertama dalam mengatur sound system adalah menyesuaikan kapasitas perangkat dengan skala acara. Untuk kegiatan di dalam masjid atau aula kecil, penggunaan speaker berdaya sedang sudah cukup. Namun, untuk acara outdoor seperti tabligh akbar atau festival Ramadhan, diperlukan sistem audio dengan daya lebih besar dan distribusi speaker yang merata.
Pemilihan perangkat yang sesuai akan membantu menghasilkan suara yang stabil tanpa harus memaksakan volume terlalu tinggi.

Penempatan Speaker yang Tepat
Penempatan speaker sangat menentukan kualitas distribusi suara. Pada acara Ramadhan yang bersifat religius, suara penceramah harus terdengar jelas hingga ke bagian belakang tanpa mengganggu area sekitar. Speaker utama sebaiknya diarahkan langsung ke jamaah dengan sudut yang tepat.
Untuk area yang luas, penggunaan speaker tambahan di beberapa titik dapat membantu menjaga kejernihan suara. Penempatan yang tepat juga membantu mengurangi gema dan pantulan suara yang berlebihan.
Pengaturan Volume Secara Proporsional
Kesalahan umum dalam acara keagamaan adalah menaikkan volume terlalu tinggi dengan harapan suara lebih jelas. Padahal, volume berlebihan justru dapat membuat suara terdengar pecah dan tidak nyaman. Selain itu, acara Ramadhan sering kali berlangsung di lingkungan permukiman sehingga perlu memperhatikan kenyamanan sekitar.
Pengaturan volume harus dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan ukuran area serta jumlah audiens. Tujuannya adalah menciptakan suara yang terdengar jelas tanpa terasa bising.
Pengaturan Equalizer untuk Suara Penceramah
Kejernihan suara penceramah sangat bergantung pada pengaturan equalizer. Frekuensi mid biasanya menjadi fokus utama karena berhubungan dengan artikulasi suara manusia. Sementara itu, frekuensi bass dan treble perlu diatur agar tidak terlalu dominan.
Pengaturan yang tepat akan membantu suara terdengar lebih natural, tidak mendengung, dan tetap nyaman didengar dalam durasi panjang, terutama saat kajian berlangsung lebih dari satu jam.
Memilih Mikrofon yang Sesuai
Pemilihan mikrofon juga berpengaruh besar terhadap kualitas suara. Untuk acara Ramadhan, mikrofon dengan sensitivitas baik dan kemampuan menangkap suara secara jelas sangat disarankan. Penggunaan mikrofon wireless dapat memberikan keleluasaan gerak bagi penceramah tanpa mengurangi kualitas audio.
Selain itu, penting untuk memastikan jarak mikrofon dengan mulut penceramah tetap ideal agar suara terdengar stabil dan tidak menimbulkan noise.
Melakukan Sound Check Sebelum Acara
Sound check adalah langkah penting yang tidak boleh dilewatkan. Uji coba sebelum acara dimulai memungkinkan tim teknis mengatur volume, equalizer, dan posisi speaker sesuai kondisi nyata di lapangan. Sound check juga membantu mendeteksi potensi feedback atau gangguan teknis lainnya.
Dengan persiapan yang matang, risiko gangguan selama acara dapat diminimalkan.
Mengatur sound system untuk acara Ramadhan memerlukan perhatian terhadap detail agar suara tetap jernih dan nyaman didengar. Mulai dari pemilihan perangkat, penempatan speaker, pengaturan volume, hingga sound check sebelum acara, semuanya harus direncanakan dengan baik. Dengan pengelolaan audio yang profesional, suasana Ramadhan dapat terasa lebih khusyuk, pesan tersampaikan dengan jelas, dan acara berjalan lancar tanpa gangguan teknis.
0 Comments