Cerita merupakan jantung bagi suatu film atau karya apapun yang berbentuk video. Pasalnya, cerita adalah unsur pelarut bagi siapapun penikmatnya. Cerita ini pula yang kemudian dibisikkan dari telingat ke telinga hingga tak lekang oleh waktu. Hal ini terbukti dari cerita yang memukau, berbagai film boxoffice yang sampai detik ini masih ditonton oleh banyak orang meski telah lama dirilis.

Di balik peranannya yang begitu penting, ada banyak juga orang yang terlihat ketika membangun suatu cerita dalam film maupun karya video. Mulai dari sutradara, produser, script writer atau penulis naskah skenario, dan salah satunya adalah video editor.

Bisa dikatakan, tahap editing jadi sangat krusial. Sebab, proses ini yang menentukan kesuksesan sebuah karya video. Editing merupakan suatu proses ketika seorang editor harus merangkai setiap potongan gambar menjadi suatu cerita yang utuh dan bermakna.

Selain itu, pada tahapan ini juga dilakukan penambahan berbagai efek untuk membuat karya tersebut jadi lebih dramatis dan terasa hidup sehingga mendorong emosi penonton.

Memahami pentingnya proses editing video ataupun film

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kegiatan editing dalam produksi video adalah proses merangkai sekaligus menyusun potongan adegan film. Selain itu, ada juga tahapan menambahkan efek, musik, transisi, dan juga narasi agar menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga sesuai dengan naskah. Potongan-potongan film tersebut diperoleh dari hasil kegiatan pengambilan gambar yang telah dilakukan.

Tak jarang, para pemain bertindak di luar skenario yang bisa berupa salah pengucapan dialog, salah gerakan, dan sebagainya ketika dilakukan pengambilan gambar untuk suatu adegan. Hal ini memungkinkan sutradara untuk menghentikan sementara proses tersebut dan mengulang adegan yang sama sesuai naskah yang telah ditentukan. Pentingnya Editing Video dalam Film Production

 

Namun, mengulangi adegan bukan berarti adegan yang salah tadi dihapus atau ditimpa dengan adegan baru yang dilakukan berikutnya. Supaya ada perbedaan pada momen pengambilan gambar, maka sebelum sutradara menginstruksikan untuk melanjutkan shooting, maka cameramen harus mengambil gambar clipboard XE. Fungsinya untuk memberi tanda ataupun nama adegan yang akan diambil.

Secara garis besar, peranan clipboard ini adalah mutlak untuk keperluan editing. Tanpa adanya clipboard, maka editor akan kesulitan untuk menyusun semua rangkaian adegan yang telah diambil. Selain itu, clipboard seperti ini memang umumnya digunakan pada saat produksi film ataupun video.

Perlu diketahui, clipboard terbagi menjadi tiga kolom utama yang meliputi judul film, shoot yang dilengkapi dengan keterangan penomoran untuk mengetahui shoot berapa yang diambil, dan take untuk menentukan pengambilan yang ke berapa dari shoot tersebut.

Jenis editing dalam dunia broadcasting

Bicara soal editing, di dalam dunia broadcasting ada tiga langkah utama yang cukup penting, yaitu editing offline, editing online, dan yang terakhir adalah mixing.

  • Editing offline

Setelah proses shooting usai, para penulis naskah membuat logging atau mencatat kembali semua hasil shooting berdasarkan catatan shooting dan gambar. Di dalam logging time code atau nomor kode yang berupa digit frame berupa detik, menit, dan jam yang muncul dalam gambar setiap shoot akan dicatat secara seksama.

Berdasarkan catatan tersebut, sutradara akan membuat editing kasar yang disebut dengan editing offline. Setelah proses ini selesai, reporter membuat naskah yang telah dilengkapi dengan timecode, uraian narasi, dan bagian-bagian yang perlu diisi dengan ilustrasi musik.

  • Editing online

Berdasarkan naskah editing yang didapat, editor akan mengedit hasil shooting asli. Sambungan tiap-tiap hasil shoot dan adegan dibuat tepat berdasarkan catatan time code dalam naskah editing. Begitu juga dengan sound asli yang dimasukkan dengan level seimbang dan sempurna.

  • Mixing atau pencampuran gambar dengan suara

Setelah editing online siap, maka proses selanjutnya adalah mixing. Seluruh narasi dan ilustrasi musik yang telah direkam dimasukkan ke dalam pita hasil editing online sesuai dengan petunjuk dan ketentuan yang tertulis dalam naskah editing.

Keseimbangan antara sound effect suara narasi, suara asli, dan musik harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak saling mengganggu dan terdengar cukup jelas. Setelah proses mixing ini bisa dikatakan bahwa bagian terpenting dalam post-production telah selesai dilakukan.

Alasan di balik pentingnya editing video yang harus dilakukan oleh setiap content creator

Semua jenis video, baik video musik, video kampanye pemasaran, dan lain sebagainya harus mengikuti tiga tahapan penting, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Proses editing video ini terletak pada tahap pasca-produksi yang sebagian besar dari tahapan ini berisi kegiatan tersebut.

See also  Jasa Video Shooting Semarang

Apa sih alasan video editing itu penting dan setiap content creator profesional sangat memerlukannya?

Jawabannya cukup sederhana, tanpa tahapan video editing, maka video yang Anda hasilkan masih dalam kondisi yang sangat berantakan.

Benar jika dikatakan semua peran dalam produksi video itu penting. Misalnya saja, tanpa juru kamera yang baik, pengambilan gambar video sudah pasti buruk. Tanpa sutradara yang baik dan cekatan, adegan dalam video bakal tidak teratur dan membingungkan.

Namun tanpa adanya editor, maka keseluruhan aspek dari proses produksi video tak lagi mampu berpadu untuk menjadi karya besar yang mungkin sedang Anda coba buat. Nah, agar lebih memahami hal ini, berikut beberapa alasan mengapa video editing sangat penting dan diperlukan oleh setiap content creator.

  1. Alur yang sempurna

Apapun bentuk filmnya, baik panjang ataupun pendek, bisa menjadi video yang luar biasa tanpa adanya kesalahan yang tampak atau ruang untuk pengembangan lebih lanjut. Tentu saja, video semacam ini sudah pasti telah melewati berbagai proses pada tahapan pasca-produksi. Dengan kata lain, alur yang telah Anda pikirkan sepenuhnya tergantung pada editor yang bekerja sama dengan sutradara dan juga sinematografer.

Namun, pernahkah Anda merekam suatu adegan dan tiba-tiba sesuatu yang tak terduga dan benar-benar tak bisa diprediksi terjadi, lalu mengacaukan segalanya?

Misalnya, lampu yang tiba-tiba padam sehingga Anda harus mengganti adegan tersebut dan memulai lagi dari awal. Alur yang Anda siapkan mungkin sudah luar biasa, tapi semuanya tetap bisa kacau dalam sekejap mata karena kejadian di luar dugaan seperti itu.

Pada saat seorang editor menerima rekaman tersebut, maka tujuan utama mereka adalah membuatnya halus dan runtut dengan seapik mungkin. Pada dasarnya, editor memang harus mengisi alur yang telah dibuat. Tugas mereka pun untuk mewujudkan hal tersebut bersama dengan siapapun yang terlibat dalam keputusan ini.

Biasanya, para editor akan menangkap maksud alur tersebut dan mewujudkannya dengan adanya pemotongan, efek suara, dan kecepatan sehingga menjadi sebuah film yang menakjubkan.

  1. Demi mencapai alur yang sempurna

Dalam proses video editing, salah satu cara paling umum dan terkenal efektif untuk mencapai alur yang sempurna adalah memotong bagian yang dianggap tidak perlu. Aktivitas ini sebenarnya tidaklah sulit. Anda hanya perlu memilih di menit atau detik ke berapa hingga berapa, lalu adegan tersebut bisa dihilangkan dalam sekejap.

Namun ternyata, tindakan ini tidak cukup. Supaya video Anda mengalir dengan ideal, maka Anda harus memotongnya pada bidikan waktu yang benar-benar tepat. Ingat, pengaturan waktu adalah poin paling penting.

Potongan yang terlalu cepat sehingga adegan terhenti, maka tidak bisa dinikmati. Sementara potongan yang terlalu lambat justru menyebabkan video tersebut berakhir dengan jeda seolah berlangsung sangat lama.

  1. Membuat efek transisi terlihat mulus dan elegan

Bila dijabarkan, transisi merupakan sesuatu yang membedakan antara suatu adegan dengan dunia nyata. Terkadang, tanpa adanya transisi, maka video Anda akan berakhir dengan kekacauan karena perpindahan yang serba cepat yang tentu tidak ingin ditonton oleh siapapun.

Dengan adanya video editing, maka transisi yang disajikan bisa lebih mulus dan elegan sehingga alur yang berusaha dipertahankan oleh editor bisa menjadi luar biasa. Transisi juga dianggap sebagai cara untuk menjaga kecepatan film agar tetap terkontrol dan terintegrasi antara satu adegan dengan adegan lainnya.

Kecepatan yang terkendali mampu membuat editor jadi lebih fokus pada perubahan yang sama pentingnya dengan penyuntingan kontinuitas, pelapisan, pewarnaan, dan penyuntingan suara.

  1. Membangkitkan emosi dengan penyuntingan suara

Hal pertama yang mungkin terlintas di benak Anda ketika mendengar kata video editing adalah perihal pengurangan noise atau suara yang menimpa voice over. Tak sedikit orang yang menganggap bahwa video editing adalah segala hal yang hanya berbau visual saja.

Meskipun hal ini benar adanya, tapi faktanya tidak seperti itu. Mengedit film hingga keseluruhan gambarnya mengalir bukan berarti aliran audio juga otomatis akan mengalir. Video tersebut perlu disesuaikan level volume antar adegannya, kemudian disinkronkan antara klip audio dengan klip di dalam video.

Hal ini bisa membuat film Anda jadi sama persis dengan yang dimaksudkan. Pengeditan atau proses penyuntingan suara merupakan cara agar film Anda bisa memengaruhi suasana hati dan membangkitkan emosi dari penonton.

Dari sekian banyak poin yang telah dijabarkan terkait pengeditan video ini bisa disimpulkan bahwa proses sunting merupakan kunci untuk memadukan gambar dan suara. Tujuannya untuk membuat kita merasa terhubung secara emosional dan merasa benar-benar ikut terlibat dalam film yang sedang ditonton.

See also  Mengenal Jasa Video Company Profile

Tentu saja, tak berlebihan jika kita mengatakan bahwa vide editing merupakan salah satu pekerjaan paling penting dalam industri film. Melalui pengeditan video profesional, Anda bisa membuat karya yang membangkitkan emosi. Namun sebaliknya, tanpa proses satu ini bisa jadi akan menghancurkan potensi dari investasi besar yang telah Anda keluarkan untuk film tersebut.

Tips membangun dramatisasi video melalui proses editing

Beberapa hal yang telah disampaikan di atas mungkin sedikit menggambarkan betapa pentingnya proses editing agar suatu film ataupun video bisa jadi ideal bagi penontonnya. Namun, bagaimana cara agar suatu karya video bisa memiliki cerita sekaligus mengandung unsur dramatis?

  1. Pentingnya sudut angle

Untuk menentukan angle kamera yang tepat, Anda bisa menentukannya dengan cara memposisikan diri sebagai penonton. Sebab, penonton pasti memiliki ekspektasi tentang suatu adegan yang mungkin terlihat lebih baik ketika disajikan melalui angle kamera tertentu.

Ada banyak pilihan angle yang bisa disajikan. Salah satunya dengan memperlihatkan ekspresi dari adegan tersebut sehingga lebih membangkitkan sisi emosional dan dramatis.

Selain itu, seorang editor juga harus menentukan kapan waktu yang paling tepat untuk memperlihatkan angle close-up, medium, ataupun wide. Misalnya, Anda bisa memilih angle close-up untuk menangkap ekspresi dari bahasa tubuh pemain yang berperan sehingga emosi yang diberikan bisa tersampaikan dengan baik pada penonton.

Begitu juga dengan angle wide yang bisa memberikan efek dramatis di dalam suatu video. Suatu ruang yang luas atau keindahan alam dan suara alaminya tentu bisa membantu video bisa terlihat lebih autentik dan memberikan tensi tersendiri bagi para penontonnya.

  1. Memberikan warna untuk membangun atmosfer dalam suatu adegan

Bisa dibilang, warna adalah elemen penting yang bisa dimanipulasi untuk memperkuat suatu subyek secara khusus. Fungsi lain dari pewarnaan ini adalah membangkitkan suatu emosi yang spesifik atau membangun atmosfer dalam suatu adegan.

Dua hal paling penting yang patut diperhatikan oleh editor dalam konteks pewarnaan adalah color correction yang berfungsi untuk memastikan semua warna memiliki konsistensi di setiap adegan. Ada juga color grading yang bisa memberikan karya video tersebut sebuah tampilan yang tampak berbeda.

Percayalah, kedua komponen ini akan sangat membantu agar setiap gambar yang tersaji di video tersebut jadi lebih realistis. Bahkan, bisa memberikan perbedaan antara satu adegan dengan adegan khusus lain, seperti adegan flashback misalnya.

Warna juga bisa menekankan suatu emosi pada suatu adegan yang disajikan. Misalnya, warna kemerahan pada film superhero bisa memberikan nuansa semangat kepada para penonton di balik layar. Namun, ketika warna merah ini digunakan dalam film horor, maka efeknya bisa menambah suasana intens pada suatu adegan.

  1. Menambahkan musik dramatis

Siapapun pasti setuju, sebuah film tanpa musik takkan pernah bisa jadi sempurna. Tak bisa dipungkiri, musik memang mampu memberikan suatu kekuatan tersendiri bagi sebuah film dan meningkatkan drama secara signifikan.

Apalagi, musik juga mampu membuat para penonton lebih mudah mengingat suatu adegan yang ada di dalamnya. Selain itu, musik juga bisa meningkatkan emosi tersendiri di dalam suatu film, seperti halnya film komedi. Di dalam genre film seperti ini, musik justru semakin menekankan unsur jenakanya.

  1. Berani mengambil keputusan demi kesempurnaan

Terkadang, proses produksi tidak selalu sempurna. Oleh sebab itulah, proses editing ini bisa menjadi cara untuk menyempurnakannya. Misalnya saja, saat shooting, aktor maupun aktris berbicara terlalu cepat sehingga saat ditayangkan secara mentah bisa menimbulkan kebingungan bagi para penonton.

Bisa juga di dalam proses editing para editor menambahkan beberapa frame untuk memperlambatnya dan meningkatkan volume suara sang talent agar percakapan mereka bisa lebih didengar oleh penonton. Tentu saja, hal seperti ini membutuhkan kejelian untuk mengambil keputusan yang tepat agar karya tersebut bisa dinikmati dengan baik oleh penonton.

Contoh lainnya adalah ketika seorang editor menemukan suatu adegan yang layak diberi efek tambahan untuk meningkatkan dramatisasi. Efek ini bisa berupa slow motion atau apapun yang mendukungnya. Dengan demikian, keputusan editor tersebut jadi sangat penting agar video bisa membangkitkan emosi sekaligus unsur dramtisasinya.

  1. Edit dengan sepenuh hati

Mungkin sebagian besar dari Anda sudah banyak yang tahu soal standar cara memotong adegan yang tepat. Namun di sisi lain, editor juga harus tahu kapan waktu yang tepat agar adegan film tersebut bisa lebih berarti dan membangkitkan emosi para penikmatnya.

Dengan demikian, bisa dikatakan juga bahwa perasaan editor memiliki peranan untuk memperkuat narasi dari suatu video.

Itu tadi sekilas ulasan mengenai betapa pentingnya editing video dalam film production yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat.