Drone atau pesawat tanpa awak atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle) memiliki berbagai bagian penting yang bekerja bersama-sama. Hal ini untuk mengontrol dan mengoperasikan drone agar bisa beroperasi dengan maksimal. Cara kerja drone adalah dengan menggunakan daya angkat yang dihasilkan dari baling-balingnya yang berputar yang digerakkan oleh rotor. Jumlah rotor pada drone berjumlah 4 dan disebut dengan quadcopter. Pada dasarnya, Quadcopter terdiri dari empat gerakan, yaitu Pitch (maju mundur), Rool, (menyamping), Yaw (berotasi), dan juga Throttle (bergerak ke atas (landing dan take off)). Selain itu, arah putaran baling-baling dibagi menjadi dua yaitu arah putaran searah jarum jam, clock wise (CW) dan berlawanan arah jarum jam counter clock wise (CCW). Meskipun drone memiliki ukuran yang cukup kecil, namun drone memiliki cukup banyak komponen. 

Bagian Penting dari Sebuah Drone

Berikut adalah beberapa bagian penting dari sebuah drone:

  • Frame (Rangka):

Frame adalah struktur utama yang membentuk tubuh drone. Ini dapat terbuat dari berbagai jenis material seperti plastik, karbon, atau logam. Frame juga berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan komponen lainnya.

  • Motor dan Propeller (Baling-baling):

Drone memiliki empat atau lebih motor dan propeller yang menghasilkan daya dorong dan memungkinkan drone untuk terbang. Motor menggerakkan propeller dan mengendalikan arah dan ketinggian drone.

  • ESC (Electronic Speed Controller):

ESC mengontrol kecepatan dan putaran motor. Ini mengatur daya yang diberikan ke setiap motor, memungkinkan drone untuk bergerak dengan stabil dan terkontrol.

  • Flight Controller:

Flight controller adalah otak drone yang mengatur berbagai aspek penerbangan, termasuk stabilisasi, kemiringan, dan pengendalian umum. Ini menerima input dari sensor seperti gyro dan akselerometer untuk menjaga keseimbangan dan orientasi.

See also  Persiapan Sebelum Menggunakan Drone

  • Battery (Baterai):

Drone menggunakan baterai sebagai sumber daya untuk motor, flight controller, dan komponen lainnya. Kapasitas baterai mempengaruhi durasi penerbangan.

  • Remote Controller (Kontrol Jarak Jauh):

Remote controller adalah perangkat yang digunakan oleh operator untuk mengontrol gerakan dan penerbangan drone. Ini memiliki joystick, tombol, atau kontrol lainnya untuk mengirimkan sinyal ke drone.

  • GPS (Global Positioning System):

GPS memungkinkan drone untuk menentukan posisi dan navigasi dengan akurasi. Ini penting untuk penerbangan yang stabil, pengaturan rute, dan fitur seperti “return to home.”

  • Camera (Kamera):

Banyak drone dilengkapi dengan kamera yang dapat merekam atau mengambil gambar. Kamera ini bisa digunakan untuk tujuan pemantauan, dokumentasi, atau hobi seperti fotografi udara dan pembuatan video.

  • Gimbal:

Gimbal adalah mekanisme yang menjaga kamera agar tetap stabil selama penerbangan. Gimbal mampu mengurangi getaran dan gerakan yang tidak diinginkan untuk hasil gambar dan video yang lebih halus.

  • Telemetry System:

Sistem telemetri mengirimkan data dari drone ke pengontrol, seperti informasi tentang ketinggian, kecepatan, suhu, serta status baterai.

  • Propeller Guards (Pelindung Baling-Baling):

Pelindung baling-baling adalah aksesori opsional yang dapat memberikan perlindungan tambahan pada baling-baling dan area yang ada di dekatnya.

Penutup

Semua komponen ini bekerja bersama-sama untuk memungkinkan drone terbang dengan aman, stabil, dan efektif sesuai dengan tujuan penggunaannya. Selain itu, kita wajib untuk melakukan perawatan pada drone agar drone bisa tetap awet/tidak mudah rusak. Lalu juga perhatikan beberapa peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah dalam mengoperasikan drone agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. 


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder