Memotret makanan memiliki cara dan teknik tersendiri agar makanan tampak lebih cantik. Teknik memotret makanan pada dasarnya cukup mudah, namun butuh banyak latihan agar taste atau rasa dan mood atau suasana foto muncul.

Tips Anti Bingung, dengan 5 Teknik Memotret Makanan Ini.

Teknik memotret makanan selalu erat dengan penataan makanan atau foodstyling. Jadi, saat Sahabat Studio Pelangi mengeksekusi tips fotografi makanan, perhatikan pula ya penataan makanannya.

Dilansir dari berbagai sumber, inilah teknik memotret makanan beserta kiat dalam menata makanan.

  1. Susunlah rencana

Memotret makanan sebenarnya butuh kerja sama tim. Baik itu antara Sahabat Studio Pelangi sebagai klien dengan fotografer. Begitu pula jika Sahabat Studio Pelangi menjadi fotografernya.

Berdiskusilah mengenai konsep dan rencana pemotretan. Bagaimana Anda dan klien menetapkan suasana foto atau mood dan teknik memotret makanan.

Setelah itu, lakukanlah evaluasi pendekatan tentang bagaimana menciptakan efek visual yang membuat makanan tampak lezat.

  1. Munculkan cerita

Teknik memotret makanan yang sering dilupakan fotografer adalah memunculkan cerita. Mungkin karena properti yang terlalu banyak, waktu penataan makanan atau styling tidak cukup, dan berpacu dengan deadline dari klien, akibatnya tidak muncul cerita yang menggambarkan suasana foto.

Karena itu, buatlah sketsa ide setiap pemotretan. Dengan begitu, Sahabat Studio Pelangi dapat mempertimbangkan properti yang dibutuhkan untuk memunculkan cerita.

Misalnya, Anda ingin menceritakan suasana makan siang di rumah. Ambillah properti seperti piring, sendok, garpu (jika menggunakannya), gelas, dan alas meja polos atau motif sederhana.

Jika ingin menambah suasana foto jadul, ambillah properti ceret atau teko jadul. Gunakanlah pencahayaan alami seperti memotret di samping jendela atau di teras rumah.

Jangan ambil properti yang tidak berhubungan dengan objek foto. Jika Anda ingin menceritakan suasana makan siang di rumah, sebaiknya jangan sertakan properti bunga atau daun agar tidak membingungkan audiens.

  1. Pilihlah subjek utama foto

Objek utama foto haruslah menjadi tokoh utama dalam pemotretan foto makanan. Teknik memotret makanan ini menjadi penting agar audiens mengerti cerita foto makanan Anda. Tidak jarang kalau objek utama ini menjadi subjek foto.

Subjek utama foto harus tampil di depan. Karena itu, tatalah makanan dan ciptakan suasana fotonya.

Misalnya, jika Anda menceritakan suasana makan siang di rumah, berilah penekanan. Siapakah subjek utama fotonya? Apakah menu makan siang Sahabat Studio Pelangi? Atau mungkin teko jadulnya? Tentukanlah subjek utamanya.

  1. Persiapkan properti foto

Setelah semua beres, saatnya mempersiapkan properti. Siapkan dalam jumlah banyakagar pemotretan lebih siap dan variatif saat styling atau penataan.

Misalnya peralatan fotografi Anda, barang-barang yang mendukung suasana cerita makan siang seperti gelas, piring, teko, sendok, garpu, alas meja makan.

Kemudian jika Anda ingin menampilkan menu makan siang, siapkanlah bahan segar seperti sayur-mayur dan bumbu. Properti segar seperti sayur-mayur sebaiknya direndam air dingin selama 1-2 menit.

Kemudian, pastikan bahwa pemotretan makan siang ini dilakukan dengan cepat, apalagi menggunakan bahan-bahan segar. Hindari waktu pemotretan yang menghabiskan waktu, sehingga membuat properti segar menjadi layu.

  1. Tentukan peralatan fotografi makanan

Memotret makanan sebenarnya butuh peralatan yang ringkas dan ringan. Pilihlah lensa makro atau lensa fix 50 mm. Lensa kit pada kamera juga dapat digunakan, asal lensa tersebut memiliki kemampuan makro.

Jika Sahabat Studio Pelangi lebih nyaman menggunakan HP, gunakanlah HP dengan fitur pemotretan yang membuat gambar lebih detail.

Menurut Bene Tan, fotografer pemenang penghargaan yang membagikan tips fotografi makanan Snapshot Canon Asia, fotografer harus memiliki kemampuan untuk mendekati subyek dan mengisi seluruh bingkai atau frame. Semakin tinggi jarak fokus subyek foto dari lensa, semakin rendah pula kedalaman ruang atau depthoffield-nya. Hal ini akan membantu fotografer untuk croppingatau memotong latar belakang yang tidak diinginkan.

Selain lensa dan kamera, tripod juga diperlukan agar gambar tidak kabur karena guncangan kamera. Kenakanlah pakaian hitam untuk menghindari pantulan cahaya saat memotret.

Itulah 5 teknik memotret makanan versi Studio Pelangi Semarang. Terakhir, pastikan whitebalanceAnda tetap terjaga agar gambar tampak ciamik.

Sahabat Studio Pelangi ingin jasa foto makanan, wedding, atau dokumentasi dengan harga terjangkau di Semarang? Kunjungi studiopelangi.id untuk lebih lanjut. Selamat memotret!