Sebagian dari Anda mungkin agak sedikit asing dengan istilah aerial yang diartikan sebagai udara. Sementara aerial fotografi atau sinematografi merupakan pengambilan gambar atau shoot dari udara, baik menggunakan pesawat, helicam, ataupun pesawat nir-awak (UAV). Tujuan dari kegiatan aerial ini untuk menciptakan sudut pandang yang lebih spektakuler dan dramatis. Dokumentasi Video Aerial Drone Video

Dokumentasi video aerial atau drone video sangat berbeda dengan pengambilan video di darat. Oleh sebab itulah, para sinematografer dituntut untuk memiliki kemampuan yang lebih, selain teknis sinematografi itu sendiri.

Perlu Anda pahami, mengambil video dari udara atau aerial sinematografi tak sebatas untuk menangkap gambar saja, tapi juga memperhatikan berbagai faktor yang ada. Misalnya, pencahayaan, sudut pandang atau angle, hingga pergerakan kamera agar hasil yang didapatkan bisa terlihat lebih indah dan artistik.

Sejarah dokumentasi video aerial/drone video

Pastinya, segala sesuatu yang ada di dunia ini memiliki sejarah tersendiri, begitu juga dengan aerial videography. Berikut ulasan selengkapnya.

  1. Tokoh yang mematenkan teknik aerial dalam dunia foto dan video

Teknik aerial digunakan pertama kali dalam dunia foto dan video oleh Gaspar Felix Tournachon atau yang lebih sering dikenal dengan Nadar. Tournachon merupakan seorang fotografer asal Perancis pada abad ke-19 yang juga mematenkan teknik satu ini. Saat itu, ia merasa bahwa teknik aerial lebih mudah dalam membantu pemetaan salah satu desa kecil di Perancis ketimbang harus melakukan survei langsung di lapangan.

  1. Memanfaatkan berbagai obyek

Seiring perkembangannya, teknik ini sempat dilakukan dengan memanfaatkan balon, layang-layang, hingga burung merpati dan juga roket untuk menangkap gambar. Tentu saja, saat ini penggunaan teknik aerial pun telah semakin canggih. Banyak orang yang menggunakan helikopter dan juga drone.

  1. Video udara sebagai analisis dampak suatu bencana

Pada tahun 1906 silam, pasca gempa yang terjadi di Chicago, Amerika Serikat, foto hasil jepretan aerial sangat bermanfaat untuk mengetahui secara detail suatu daerah dengan mudah. Seperti misalnya memahami dataran, meneliti daerah yang rusak, dokumentasi, arkeologi, perubahan lingkungan, dan lain sebagainya.

Teknik ini semakin populer karena terbukti sangat bermanfaat bagi peneliti dalam memahami dataran dunia yang luas. Seperti yang diketahui, arkeologi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang menggunakan teknik ini. Sebab, aerial memang membantu untuk memetakan dunia dengan cara yang cukup mudah.

  1. Teknik yang sempat kontroversial

Ketika perang dunia pertama dan kedua, teknik aerial ini sempat menjadi kontroversial. Pasalnya, aerial dianggap mampu menangkap gambar-gambar yang sensitif, seperti kargo, kawasan militer, hingga markas pasukan. Bahkan, teknik ini juga sering dimanfaatkan untuk memata-matai daerah lawan.

Ketika perang dunia usia, aerial videografi hampir sepenuhnya digantikan oleh satelit dan infared imaging. Melalui teknologi satu ini, pengambilan video bisa dilakukan dalam jarak aman. Sebab, beberapa lokasi bisa saja berstatus tidak aman atau tidak terjamah untuk sekadar melakukan survei lapangan secara langsung.

  1. Aerial mulai digunakan untuk menghasilkan suatu karya foto dan video

Aerial videography telah berkembang begitu jauh. Tak hanya untuk arkeologi dan kepentingan lingkungan saja, pengambilan gambar dengan teknik ini juga untuk mendapatkan hasil video yang dramatis sekaligus mengandung unsur estetika. Sepertinya, orang-orang telah menyadari ada sesuatu yang luar biasa menarik dalam sebuah video yang diambil dari udara.

Manfaat video aerial dalam beberapa aspek

Meski pada awal penemuan proses pengambilan video ini banyak digunakan untuk kepentingan pemetaan wilayah ataupun militer, video aerial juga banyak digunakan untuk kebutuhan kontemporer dan kekinian.

Nah, berikut ini beberapa kegunaan video aerial atau drone video yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan.

  1. Arkeologi

Pengambilan gambar ataupun video di udara sangat membantu para arkeolog dalam menemukan monumen ataupun situs-situs bersejarah yang lokasinya tersembunyi. Dengan teknik ini, mereka mampu memetakan daerah yang tak terlihat dari daratan ataupun tempat yang hanya bisa dilihat dari ketinggian tertentu.

  1. Lahan

Video aerial juga kerap digunakan untuk mengidentifikasi dampak dataran baru terhadap area di sekitarnya. Pemanfaatan teknik aerial ini pun sangat bermanfaat bagi mereka yang berbisnis di bidang properti atau real estate.

Pasalnya, teknologi ini memiliki kemampuan untuk memetakan dan menilai daerah-daerah yang potensial. Bahkan, aerial juga mampu memprediksi jenis ataupun struktur bangunan yang sesuai dengan kondisi lahan di kawasan tertentu.

  1. Kondisi cuaca dan lingkungan

Hasil video aerial juga sangat berguna untuk mengetahui perubahan cuaca ataupun iklim dari waktu ke waktu. Contohnya, perubahan yang terjadi pada sebuah danau dari tahun ke tahun bisa diketahui dengan mudah menggunakan teknik drone video satu ini.

Melalui ketinggian tertentu, jumlah air yang berkurang pada danau tersebut ataupun perubahan ekosistem di sekitarnya bisa dengan jelas terlihat. Dengan begitu, pihak-pihak terkait bisa segera mengambil keputusan untuk merehabilitasinya atau melakukan tindakan lainnya.

  1. Karya seni

Perlu Anda ketahui, menemukan suatu lokasi yang indah dengan sudut dan waktu yang pas bisa menghasilkan foto ataupun video berkualitas luar biasa. Bahkan, berbagai video estetik bisa dengan mudah didapatkan melalui teknik aerial dengan cara-cara kreatif guna menikmati indahnya dunia.

  1. Militer

Selain untuk kebutuhan penelitian, industri dan seni fotografi serta videografi, teknik foto udara juga bisa bermanfaat untuk kepentingan militer. Sebab, aerial bisa digunakan untuk memantau kondisi suatu wilayah tertentu tanpa harus ada jiwa yang dikorbankan.

Berbagai jenis video aerial atau drone video

Berdasarkan teknisnya, jenis video aerial terbagi menjadi dua yang mengacu pada bentuk atau hasil video itu sendiri. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

  1. Tipe obligue

Videografi udara tipe obligue merupakan video yang diambil dari udara dengan kemiringan 45o yang kerap digunakan para arkeolog untuk mempelajari struktur arkeologi tanah secara menyeluruh. Umumnya, teknik pengambilan video ini dilakukan secara manual yang memperlihatkan lanskap terbalik.

  1. Tipe vertikal

Tipe satu ini merupakan jenis video aerial paling populer di dunia. Salah satu cara paling mudah mengenali tipe vertikal ini adalah hasil gambar yang selalu tegak lurus. Kelebihan dari tipe ini adalah perspektif yang dihasilkan tidak akan mendistorsi gambar. Teknik ini lebih banyak digunakan untuk menangkap gambar suatu obyek yang luas, perkotaan, atau taman.

Tips membuat dokumentasi video aerial paling mudah

Tak bisa dipungkiri, teknologi semakin membuat dunia film dan videografi menjadi kian dinamis. Tak sedikit jenis shot yang dulunya tergolong sulit dan mahal untuk didapatkan, justru kini jadi lebih terjangkau.

Salah satu alat yang cukup berdampak adalah drone alias pesawat tanpa awak. Ada beberapa brand drone yang cukup populer, seperti DJI hingga Spark. Mereka seolah berlomba merilis produk-produk berkualitas tinggi sehingga aerial shot jadi lebih mudah, canggih, tapi tetap murah.

Meski saat ini drone telah menjadi alat yang umum digunakan oleh berbagai kalangan, bukan berarti penciptaan gambar yang indah nan memanjakan mata juga muda didapatkan. Aerial shot atau bidikan dari udara yang tergolong sinematik, nyatanya membutuhkan keahlian khusus dari drone pilot-nya.

Lantas, bagaimana cara menciptakan gambar sinematik dengan bantuan drone? Berikut beberapa tips yang bisa Anda coba terapkan untuk mendapatkan video aerial berkualitas luar biasa.

  1. Pilih jenis drone yang sesuai

Drone diciptakan dengan banyak tipe yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Pada dasarnya, hampir semua jenis drone bisa digunakan untuk merekam video. Akan tetapi, Anda perlu mengetahui dan memilih drone seperti apa yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Anda tidak boleh hanya memperhatikan jenis atau brand-nya saja. Anda juga perlu memperhatikan harga yang sesuai dengan ketersediaan budget sekaligus spesifikasi yang mumpuni.

Hal yang patut Anda ingat, video aerial bukan hanya membutuhkan drone saja. Anda juga membutuhkan kamera berkualitas tinggi, meskipun Anda juga bisa membeli drone yang sudah satu paket dengan kamera tersebut.

  1. Lakukan konfigurasi kamera

Apabila Anda telah memahami jenis-jenis drone yang dibutuhkan, maka langkah selanjutnya adalah mengajak rekan yang sudah ahli dalam bidang aerial videography atau minimal sudah pernah melakukannya.

Hal ini bertujuan agar Anda bisa mendapatkan bimbingan secara khusus dalam memproduksi drone video dan menghindari sejumlah kesalahan fatal pada drone yang digunakan.

Nah, salah satu kesalahan yang kerap dilakukan adalah lupa melakukan konfigurasi pada kamera. Tentu saja hal ini sangat disayangkan. Sebab, konfigurasi kamera drone harus diatur sejak awal lantaran kamera terbang bersama drone demi menghasilkan gambar berkualitas. Anda bisa mengatur konfigurasi kamera ini mulai dari shutter speed, ISO, blur, dan lain sebagainya.

  1. Pengaturan getaran dan kecepatan

Salah satu faktor yang menentukan kesuksesan dalam proses pengambilan gambar video menggunakan drone adalah sudut kemiringan. Ketahuilah, Anda harus mengatur kemiringan maksimum drone sebesar 15o. Dengan demikian, Anda bisa membuat gerakan yang lebih halus. Terutama, pada saat melakukan aktivitas.

Selain sudut kemiringan, Anda juga harus memperhatikan soal kelancaran bukannya kecepatan. Sebab, semakin rendah kecepatan, maka video yang dihasilkan pun akan jadi semakin bagus.

Sebaiknya atur lambat kecepatan maksimum sekitar 50o per detik maksimum. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, kecepatan putaran lambat juga bisa membantu proses pengambilan gambar jadi jauh lebih lancar dan tanpa gerakan bayangan dari hasil rekaman tersebut.

Tak hanya soal teknik pengaturan kemiringan dan kecepatan saja, hal berikutnya yang wajib Anda perhatikan adalah keadaan baling-baling. Pastikan, bahwa performa baling-baling dalam kondisi prima tanpa masalah apapun. Pastikan juga lensa kamera drone Anda cukup bersih.

  1. Plotting drone

Berikutnya yang bisa Anda lakukan adalah plotting drone. Perlu Anda ingat, pastikan drone yang Anda miliki mendukung fitur gerakan lambat dan halus. Sebab, kecepatan dan kemiringan drone sangat menentukan kualitas video yang dihasilkan. Justru, gerakan yang cepat dan tiba-tiba bisa membuat kualitas video yang diambil menjadi buruk. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda awali video tersebut dengan lambat ketimbang terlalu cepat.

Anda harus ingat, jangan terburu-buru untuk merekam video aerial. Ambil setiap gerakan secara perlahan dan pastikan kualitas video yang diambil mendekati sempurna. Jangan pernah ragu untuk mengulang proses pengambilan gambar demi hasil video yang terbaik.

Selain itu, Anda juga harus memperhatikan areal dan obyek yang akan diambil. Apakah Anda akan fokus pada kecantikan alam sekitar, kendaraan yang sedang bergerak, atau areal gedung-gedung tinggi.

Bukan hanya obyek, Anda juga harus memperhatikan kondisi angin yang berembus. Apakah angin di sekitar pengambilan video terlalu kencang atau malah cukup tenang. Kemudian, perhatikan pula obstacle yang bisa mengganggu aktivitas drone saat terbang. Misalnya, pohon, gedung bertingkat, ataupun tiang listrik.

  1. Dua gerakan sekaligus

Poin lainnya yang bisa Anda terapkan dalam aerial shot adalah penggunaan dua gerakan dalam satu waktu yang bersamaan. Contohnya, Anda akan menangkap sebuah obyek seperti sepasang kekasih di atas bukit, misalnya. Maka Anda bisa mengombinasikan gerakan maju dan turun secara bersamaan sehingga menghasilkan sebuah gerakan yang dinamis sekaligus sinematik.

  1. Pertimbangkan soal frame rate

Seperti kamera pada umumnya, untuk mendapatkan gambar yang lebih sinematik, Anda disarankan untuk menggunakan frame rate 24 fps. Lalu, bagaimana dengan frame rate 60 hingga 120 fps?

Menentukan pilihan dalam pengaturan fps pada drone yang diinginkan juga perlu perhitungan yang cermat supaya Anda mendapatkan kualitas yang diinginkan. Apabila Anda ingin menggunakan frame rate 60 atau bahkan 120 fps, maka Anda bisa menerapkan efek slow motion.

  1. Merekam menggunakan gambar flat

Faktor terpenting lainnya dalam menciptakan gambar yang indah adalah pengaturan gambar. Agar Anda lebih mudah ketika memasuki tahap pasca-produksi, maka sebaiknya Anda mencari pengaturan gambar yang se-flat mungkin. Pasalnya, trik ini mampu mencegah bayangan yang terlalu gelap dan sinar matahari yang washed out atau menghasilkan kontras terlalu tinggi sehingga terlalu sulit untuk dikoreksi.

  1. Timing yang pas

Anda sudah sepatutnya memahami, bahwa di wilayah tropis seperti Indonesia, syuting tepat pukul 12 siang ketika matahari berada di atas kepala merupakan ide paling buruk. Sebab, sinar matahari yang terlalu terik justru menghasilkan bayangan hitam pekat sehingga seluruh detail gambar akan hilang. Oleh karena itulah, Anda disarankan untuk terbang di waktu yang tepat.

Waktu paling pas untuk melakukan dokumentasi video aerial/drone video adalah saat golden hour alias pukul 7-9 pagi dan 3-5 sore. Di waktu inilah gambar indah bakal tercipta menggunakan drone.

  1. Kondisi cuaca

Poin berikutnya yang wajib Anda perhatikan, terkait dengan kondisi cuaca di mana Anda akan melakukan pengambilan gambar video aerial. Anda sebaiknya menghindari terbang ketika kondisi angin terlalu kencang. Pasalnya, kondisi seperti ini akan memengaruhi kualitas gambar yang diambil karena drone menjadi kurang stabil akibat melawan angin kencang.

Anda juga disarankan untuk tidak terbang dengan suhu yang terlampau rendah. Hal ini berlaku juga untuk fotografi maupun saat merekam video aerial. Lalu, jangan pula terbang dengan tingkat cahaya sangat minim untuk mengantisipasi adanya awan ataupun hujan yang tentu saja bisa mengganggu proses pengambilan gambar drone video.

  1. Pahami pentingnya tahapan pasca-produksi

Gambar menawan yang mentah akan tetap mentah tanpa adanya proses koreksi warna. Oleh sebab itu, Anda tidak boleh melupakan tahapan pasca-produksi setelah syuting dilakukan. Pada tahapan ini, Anda bisa melakukan koreksi distorsi menggunakan efek yang ada di dalam beberapa aplikasi editing video. Selain itu, Anda juga tidak boleh lupa untuk memberi pewarnaan footage menggunakan lumetri.

Umumnya, dokumentasi video aerial/drone video menyajikan pemandangan mata burung karena diambil dari udara. Oleh sebab itu, teknik ini memiliki keunikan tersendiri ketimbang teknik lainnya. Anda hanya perlu menyesuaikannya dengan tujuan dan kebutuhan.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan