Memotret model atau figur sebenarnya cukup mudah. Sahabat Studio Pelangi tidak perlu canggung untuk mengarahkan model dan figur saat melakukan fotografi portrait.

Pada dasarnya, fotografi portrait menekankan subjek dan emosi seseorang. Karena itu, daya tarik fotografi portrait adalah bagian mata.

Kali ini, Studio Pelangi Semarang menghadirkan tips fotografi portrait. Tips fotografi portrait ini dibagi atas dua bagian, yakni saat pemotretan dan saat mengarahkan model.

Bagaimana tips fotografi portrait yang mudah dan asyik? Inilah pembahasannya.

Saat pemotretan

  1. Gunakan lensa dengan focallength panjang

Saat memotret secara portrait, lensa dengan focallength ukuran 85 mm atau 200 mm berguna untuk mencegah efek kabur atau blur di area latar belakang (background).

Efek menggunakan lensa focallength panjang adalah subjek foto lebih menyatu dengan latar belakang. Sehingga, subjek foto memiliki karakter kuat bersama latar belakang fotonya.

  1. Hindari sudut bidikan eye-level

Membidik subjek foto dengan sudut bidik (angle)eye-level sebenarnya cukup lazim. Namun, memberi sudut pandang yang berbeda, sebaiknya hindari angle ini.

Sudut bidik eye-level membuat subjek setara dengan subjek lainnya. Apalagi, kalau subjek foto memiliki tipe tubuh dan tinggi yang berbeda. Inilah yang membuat karakter subjek foto tidak terlihat.

  1. Arahkan flash dari arah berbeda

Lampu flash masih dibutuhkan, terlebih saat kondisi gelap. Namun, menerangi subjek dengan lampu flash justru membuat wajah subjek tampak datar dan menghilangkan kesan dimensi.

Solusinya, terangi subjek foto dengan flash dari arah samping. Sehingga, muncul efek terang dan bayangan (lightandshadow). Flash dari samping akan menonjolkan sisi detail subjek.

  1. Gunakan framing yang tepat

Teknik pembingkaian atau framingyang tepat dapat membuat foto portrait lebih pas. Direkomendasikan menggunakan lensa tele agar fotografer bisa memanfaatkan benda-benda sebagai framing.

Misalnya, benda-benda berlubang, berbingkai, atau yang membentuk frame. Tujuannya, agar efek framinglebih halus di sekitar latar depan (foreground).

  1. Hindari area kosong di bagian kepala

Untuk menghindari area kosong di bagian kepala subyek, arahkan kamera tepat di tengah subyek. Sehingga, foto portrait lebih berkesan dengan titik fokus yang jelas.

  1. Atur komposisi mata

Mata adalah kunci di fotografi portrait. Fokuskan mata dengan komposisi light dan shadow. Padukan dengan komposisi ROT (ruleofthird) untuk menekankan mata subyek secara tegas.

Saat mengarahkan model

Mengarahkan model atau figur bisa dibilang susah-susah gampang. Butuh komunikasi dan pendekatan yang cair ya, Sahabat Studio Pelangi. Namun, hal ini bisa diatasi lewat trik-trik berikut.

  1. Katakan “money” bukan “cheese”

Kebanyakan fotografer mengarahkan model dengan kata “cheese”. Namun, ini membuat gigi dan bibir tampak tidak alami. Solusinya, arahkan model dengan mengatakan “money”. Efek “-ey” akan membuat gigi dan bibir menyungging secara alami.

  1. Panjangkan leher

Tips fotografi portrait ini membantu model tampak lebih segar dan bersemangat. Memanjangkan leher identik dengan tampilan emosi model yang antusias.

  1. Tunjukkan emosi yang sebenarnya

Mintalah model untuk menunjukkan karakter dan emosi yang sebenarnya. Entah itu marah, senang, bahagia, serius, atau sedih. Dengan begitu, fotografer akan berhasil menunjukkan sisi unik pada model.

  1. Sisikan rambut ke samping

Mintalah model yang berambut panjang untuk menyisikan rambut ke arah samping. Tujuannya, agar rambut tampak lebih rapi dan titik fokus lebih jelas.

  1. Ketahui angle-nya

Di poin sebelumnya, angleatau sudut bidik yang tepat dapat membuat foto portrait lebih hidup. Misalnya angledari samping. Hindari posisi eye-level karena akan membuat model tampak datar.

Hindari juga posisi memotret dari bawah, yang mengesankan angkuh dan dari atas, yang memberi kesan kecil pada model.

  1. Guanakanpotret secarathree-quarter

Potret secara three-quarteratau ¾ dari badan model. Artinya, model dipotret dari atas kepala sampai batas dengkul kaki atau paha tengah. Jika yang dipotret adalah wajah, maka yang perlu dibidik adalah dari wajah sampai leher.

Pemotretan seperti ini direkomendasikan menggunakan sudut bidik atau angle 45 derajat ke kamera. Efeknya, tubuh model tampak lebih ramping.

Nah, itulah 12 tips fotografi portrait dari Studio Pelangi Semarang. Studio Pelangi Semarang menyediakan jasa foto portrait untuk dokumentasi, wedding, atau produk. Kunjungi studiopelangi.id untuk lebih lengkapnya ya!


0 Komentar

Tinggalkan Balasan